BeritaTangis Pilu TKW Indonesia di Yordania

Amman: Air mata Tarsih mengalir deras sewaktu menceritakan kisah pedihnya mengais rezeki di Amman, Yordania. Maksud hati mencari penghasilan lebih besar, ia malah menjadi korban kekerasan majikannya. Tarsih tak sendiri, masih ada ratusan tenaga kerja wanita yang ditampung di Kedutaan Besar Indonesia di Amman mengalami nasib serupa.

Tarsih yang berasal dari Karawang, Jawa Barat mengaku kecewa dengan perlakuan majikannya. Ia kerap dijambak, ditiduri, dipukul, dan tak digaji. Pernah, anak majikannya menangis melihat perlakuan sang ibu yang menyiksa Tarsih. Namun tanpa belas kasihan sang majikan malah menghina Tarsih, keberadaannya disamakan dengan hewan.

Inikah perlakuan yang harus diterima para pahlawan devisa?

“Mama di sini sehat-sehat saja,” ujar Tarsih penuh ketegaran sambil menyampaikan pesan kepada buah hati di Tanah Air. Sudah empat tahun ia tak bersua anak dan keluarga besarnya. Satu permintaan Tarsih, jika tidak ada jaminan dan perlindungan selama bekerja di Yordania, ia minta dikembalikan ke kampung halaman. “Pulangkan saya, bapak. Aku mohon,” demikian permintaan memelasnya yang disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui tayangan Liputan 6 Petang SCTV, Sabtu (12/6).

Sejauh ini, wakil Dubes RI di Yordania menyatakan bahwa pihaknya tengah mengusahakan pemulangan TKI. Namun tidak bisa dilakukan secara instan. “Selama tidak ada pemberhentian pengiriman tenaga kerja, nasib TKI akan selalu sama,” ujarnya.(OMI/AIS)

Tentang mailandanu

Cute, Imoet, dan luthu
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s