Mau liat sekolah ku

Sejarah Singkat SMA Negeri 45


Pada tahun 1977 gedung SMA Negeri mulai digunakan sebagai tempat dengan status kelas jauh SMA 13, Kepala Sekolahnya pun merangkap yaitu Drs. Ilham.

Awal dari berdirinya SMA negeri 45 dimulai dengan diperoleh nya tanah seluas 7315 m2 dari Pemda DKI Jakarta pada tahun 1975, kemudian pada tahun 1976 tanah tersebut dibangun secara bertahap mulai dari 4 ruang belajar, 1 ruang Kepala Sekolah, 1 ruang tata usaha, 1 ruang gudang, 1 ruang WC, 1 rumah penjaga sekolah.

Satu tahun kemudian yaitu pada tahun 1978, sekolah dipimpin oleh seorang Kepala Sekolah, yaitu Drs.Tarigan  dan ruang belajar ditambah 5 ruangan

Selanjutnya pada tahun 1979 status kelas jauh berubah menjadi filial SMA Negeri 13, dengan kepala sekolah, Drs.Mora Tigor, ruangan belajar bertambah 2 ruangan, setelah berjalan kurang lebih 1,5 tahun filial SMA Negeri 13 berubah menjadi SMA Negeri 45 Jakarta, dengan pimpinan tetap Drs.Mora Tigor, tepatnya diresmikan pada bulan mei 1981.

Pada masa kepemimpinan Drs.Mora Tigor ruangan bertambah 10 ruangan dan keadaan sekolah digambarkan sebagai berikut :

1.     Kekeluargaan guru, karyawan dan murid cukup erat

2.     Disiplin guru, karyawan dan murid cukup baik.

3.    Ekskul berkembang dengan pesar terutama dibidang olahraga (Volly ball, terlihat dengan banyaknya piala yang disumbang ke sekolah).

4.    Output/ lulusan SMA 45 mulai banyak yang diterima pada perguruan tinggi Negeri terutama yang melalui jalur PMDK (ITB, UGM, IPB)

5.    HUT sekolah diperingati dengan perayaan yang cukup meriah dan menampilakan budaya daerah-daerah.

6.    Guru difasilitasi untuk mendapatkan perumahan di walikota kelapa gading Jakarta Utara.

7.    Guru/ karyawan diperjuangkan menjadi PNS (banyak yang berhasil).

8.    Guru, karyawan dan siswa mengikuti paduan suara dibawah bimbingan bapak Pranajaya dan mengisi HUT PGRI tingkat nasional di Senayan.

9.    Gedung SMA 45 juga dipakai SMA PGRI pada siang hari setelah siswa SMA 45 pulang.

Pada tahun  1982 Drs.I Made Ranten menggantikan Drs.Morga Tigor dan ruangan bertambah 5 ruangan serta 1 rumah pesuruh, keadaan sekolah tetap berjalan .

Drs.Madjid Hasan pada tahun 1984 menggantikan Drs.I Made Ranten sebagai Kepala Sekolah pun mulai berkembang diantaranya :

1.   Mulai dibuatkan 1 pagar sekeliling sekolah.

2.   Dirintisnya koperasi guru dan karyawan.

Pada tahun 1990, terjadi 2 kali pergantian kepala sekolah yaitu Drs.Joko Soedibyo (kurang lebih 3 bulan )

Dan Drs.Wasis Ekiyono, dimasa ini :

1.   Pembinaan ekskul berkembang sangat pesat.Menjelang akhir tahun 1993 Drs.Wasis Ekiyono mutasi digantikan oleh Drs.Sudigdo Ms.

2.    Pelajaran komputer mulai masuk kepada kegiatan intra kurikuler.

3.  Terjadi perubahan kurikulum, dari kurikulum 84 menjadi kurikulum 94, dengan system semester menjadi caturwulan, jurusan A1, A2, A3, menjadi IPA, IPS Bahasa

Pada tahun 1997 sampai Mei 2002 pimpinan sekolah diganti oleh Drs. Sirun Pudjiwinoto, dengan kondisi sekolah sebagai berikut :

1.   Pembangunan SMU N 45 selesai.

2.   Mesjid SMU N 45 mulai di bangun dengan swadana dan terus berkembang sampai saat ini.

3.   Klengkapan saran dan prasarana pendidikan cukup berkembang diantaranya perpustakaan sekolah komputer, OHP, TV, dll.

4.   Penataan lingkungan sekolah berkembang.

5.   Pengembangan SDM dan karir guru diantaranya :

Banyak yang menjadi pengawas sekolah, mengikuti tes calon Kepala sekolah bahkan 1 tahun yang lalu Drs.Halidin menjadi kepala sekolah SMU N 69.

TUJUAN TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi.

Visi sistem pendidikan nasional sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah, mengisyaratkan bahwa penyelenggaraan pendidikan pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan harus berlangsung secara sinergis. Untuk mencapai sinergi tersebut pengaturan tentang fungsi, tujuan, bentuk dan jenis pendidikan, peserta didik, bahasa pengantar, sarana dan prasarana, syarat pendirian, peranserta masyarakat, manajemen, pengawasan, dan sanksi perlu diatur dalam satu kesatuan sistem pendidikan yang komprehensif. Pendekatan yang sama berlaku pula dalam pengaturan penyelenggaraan pendidikan pada masing-masing satuan pendidikan.

Pendidikan merupakan suatu proses yang dinamik sesuai dengan perubahan masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam era globalisasi dan informasi saat ini, keterbukaan telah menjadi karakteristik kehidupan yang demokratis, dan hal ini membawa dampak pada cepat usangnya kebijakan maupun praksis pendidikan. Parameter kualitas pendidikan, baik dilihat dari segi pasokan, proses, dan hasil pendidikan selalu berubah. Tanggung jawab pendidikan merupakan tanggung jawab bersama Pemerintah, masyarakat dan orang tua. Oleh sebab itu, pendidikan harus secara terus-menerus perlu ditingkatkan kualitasnya, melalui sebuah pembaruan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik (stakeholders) agar mampu mempersiapkan generasi penerus bangsa sejak dini sehingga memiliki unggulan kompetitif dalam tatanan kehidupan nasional dan global.

Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar, terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Pendidikan menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat.

Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan, untuk hidup mandiri dan mengikuti  pendidikan lebih lanjut. Tujuan pendidikan di tingkat satuan pendidikan dirumuskan mengacu kepada tujuan umum pendidikan secara bertahap yaitu sebagai berikut :

1. Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

2.  Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

3.  Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s